Bismillah..
"Tidak ada kata selesai untuk belajar, belajar adalah proses yang kita jalani seumur hidup"
Begitulah kiranya pesan yang saya dapat saat mengikuti suatu kajian di masjid. Belajar atau menuntut ilmu, tidaklah sebatas apa yang kita dapat di sekolah, universitas atau majelis majelis ilmu lainnya. Tiga tahun yang lalu, saat saya menikah kemudian hamil, saya berfikir "ahh apa yang perlu aku persiapkan untuk menjadi istri dan ibu, toh sebagian besar perempuan pasti akan mengalami fase ini, bahkan seorang yang tidak mengenyam pendidikan pun mampu menjadi istri dan ibu"
Namun, seiring berjalannya waktu, saya salah besar. Ketika anak saya lahir, saya mulai keteteran, banyak sekali hal yang membuat hari hari saya berantakan, betapa saya sering emosi kepada orang orang disekitar saya, terutama suami dan anak.
" Ada yang salah dengan diri saya"
Sejak saat itu saya sadar, kurangnya ilmu saya selama ini. Akhirnya saya memutuskan, mencari ilmu sebanyak banyaknya tentang keluarga tentang anak dan laun sebagainya. Kemudian mulai fokus satu ilmu yang ingin saya dalami, yaitu tentang manajemen emosi.
"Kenapa manajemen emosi? "
Emosi seorang ibu, memegang peranan penting dalam sebuah keluarga, khususnya dalam mendidik anak. Saat seorang ibu sudah mengeluarkan emosi negatif, bisa berdampak buruk pada anak dan keharmonisan keluarga.
Harapan saya, dengan belajar manajemen emosi, saya bisa mengendalikan emosi negatif saya, dan bisa mengubahbemosi negatif saya menjadi emosin positif yang lebih produktif.
" Apa yang harus saya lakukan?"
Sebelum semua dimulai, bekaitan dengan adab menuntut ilmu, hal pertama yang perlu saya benahi. Yaitu niatan kuat dengan hati yang bersih untuk belajar, dan semuanya semata karena Allah. Kedua, mulai membaca, saya mengawalinya dengan mengumpulkan materi materi tentang segalah hal yang berkaitan dengan manajemen emosi, membacanya dan mendiskusikannnya dengan orang terdekat saya, suami. Kemudian mulai bertanya tanya kepada nara sumber.
Saya juga mulai aktif mengikuti kuliah kuliah online atau kuliah whatsapp.
Haraoan saya selanjutnya bisa mengukuti seminar seminar secara langsung, semoga dapat ijin.
Ketiga, bersabar dalam belajar dan memahami setiap materi yang saya baca, serta tidak malu bertanya apabila ada yang tidak saya mengerti.
Lalu langkah selanjutanya adalah pengaplikasian ilmu yang telah saya pelajari, dimulai dari keluarga terlebih dahulu.
Berkaitan tentang ilmu adab dalam menuntut ilmu yang telah saya dapat dari diskusi online di institut ibu profesional,ada beberapa sikap yang perlu saya perbaiki berkaitan dengan proses mencari ilmu tersebut.
Pertama, menghindari sifat suka menunda nunda pekerjaan karena gadget.
Kedua, melawan rasa malas dalam memulai belajar.
Ketiga, menghilangkan rasa sok tau dan lebih rendah hati dalam mencari ilmu.
Semoga apa yang saya harapkan bisa tercapai, dan nantinya saya bisa menjadi ibu profesional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar