Bismillah
Senin pagi, kembali LDM lagi sama suami. Saat suami berangkat, saya selalu berdoa, semoga Allah paring jalan, untuk bisa segera berkumpul. Dahulu kalaa, waktu awal awal LDM, betapa saya marah dengan keadaan, betapa saya kecewa dengan keputusan suami. Tapi, semua emosi negatif tersebut sama sekalibtidak ada gunanya, saya pelan pelan belajar bersabar, belajar nriman. Saya tahu, bahwa suami saya juga sedang berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga.
Waktu itu setelah menikah saya LDM, merasakan jauh dari suami saat hamil, karena saya masih bekerja saat itu. Saya marah, saya kecewa, saya lelah, saya ingin resign, tapi belum dapat ijin dari suami. Saya belajar lagi, pasrah ikhlas jalani saja, insyaAllah ada jalan. Akhirnya saat hamil 7bulan, ada jalan untuk resign dan berkumpul bersama suami.
Kisah LDM belum usai, karena Allah masih ingin saya belajar lebih tentang sabar pasrah dan ikhlas. Setelah anak usia 2tahun, suami dipindah tugas. Alhamdulillah, senang sekali rasanya, karena itu artinya suami naik grade, buah dari kerja kerasnya. Saya berfikir, oke nanti kita cari kontrakan atau kos saja ditempat yang baru. Tapi ternyata karena satu dan lain hal, suami kembali memutuskan untuk LDM saja dahulu, sambil nabung buat beli rumah di tempat yang baru.
i feeling meh, rasa kecewa kembali datang. Tapi saya tidak kembali larut seperti dulu, saya lebih bisa mengendalikan diri dan emosi. Saya kecewa, tapi saya yakin badai pasti berlalu. Saya tidak punya kuasa, kekuatan saya hanya doa.
Saya berfikir kembali, itulah cara Allah agar saya bisa belajar bagaimana cara belajar memahami sesuatu. Learn how to learn. Untuk belajar sesuatu, saya harus belajar sabar mengulang ulang apa yang saya pelajari. Agak sedikil "mbulet" ya..hehe...
Minggu, 25 Februari 2018
Learn How to Learn
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar