Minggu, 11 Februari 2018

Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

Bismillah..
Sudah memasuki pekan ketiga matrikulasi IIP, dan pastinya kita dapat nice homework setiap minggunya, NHW#3 kali ini membahar mengenai membangun peradaban dari dalam rumah. Yang mana materinya kemarin sangan mengena di hati. Membuat terharu, so romantic and melankolis.
Materi kali ini mengajarkan kita, bagaimana caranya berdamai dengan masa lalu, agar trauma yang kita dapatkan dulu, baik sengaja atau tidak, jangan sampai kita tularkan melalui didikan kita kepada anak anak.
Tugas kali ini dibagi menjadi 3 kategori, untuk pra nikah, nikah, dan single parent. Saya alhamdulillah, termasuk yang kategori nikah. Here we go, penjabaran per point pertanyaan NHW#3.

1. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Wah, waktu pertama kali baca ini. I ask to my self, should I do this? How blushing I am, when I wrote that love letter . Kita jarang sekali romantis romantisan. Suami selalu bilang, that he's not a romantic person. But he said that, romantisnya dia berbeda, and he will show his romantic with his own way. Bukan dengan rayuan, gombalan atau semacamnya.
I send him a love letter by WhatsApp, karena suami ada diluar kota. And as I predict, responnya amat sangat datar..haha.
Love letternya panjang lebar, dan jawabannya so simple "iya, thanks syg".
Karena kurang puas dengan jawaban di WhatsApp, aku tunggu jawabannya saat suami pulang waktu weekend. And as I predict again, tidak dibahas sama sekali surat cintaku..hehe.
Memang dalam minggu minggu ini, diskusi kita sedang fokus tentang mecari rumah di tempat suami yang baru. Menhubungi banyak developer, menghubungi banya perantara. Semoga dimudahkan dan dilancarkan..aamiin.
Its okey meskipun surat cinta tidak dibalas dengan romantis, tapi mengerahkan segala upaya untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi istri dan anaknya juga salah satu bentuk keromantisan suami.

2. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Anak saya nadifa, perempuan, saat ini usianya 34 bulan. Akhir bulan April besok si cantik akan 3 tahun. Dari nadifa, saya belajar banyak hal. Seiring berjalannya waktu, semakin terlihat potensi dalam dirinya.
* Nadifa termasuk anak yang cepat hafal, atau daya ingatnya tinggi. Tapi dia susah sekali fokus dan tampak tidak memperhatikan saat di beri tahu. Misalnya saat saya ajak menghafal surat surat pendek, dia tidak memperhatikan, tapi someday dia tiba tiba hafal.
* Nadifa suka sekali bercerita, tentang apa saja, tentang teman temannya, tentang apa saja yang dilakukannya hari ini, tentang hal hal yang pernah dialami, yang bahkan udah terjadi lamaa sekali
*Nadifa suka sekali bermain peran, kadang jadi dokter, jadi koki, jadi pedagang, bahkan kadang jadi tukang ojek. Ohh isn't she lovely.

Itu lah potensi potensi yang saya lihat, dan semoga saya dan suami tetap bisa menerapkan pola pengasuhan yang terbaik untuk nadifa.

3. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Saya dibesarkan di keluarga besar, saya anak kedua darintujuh bersaudara. Yang saya ingat, dari kecil saya selalu diajarkan kemandirian, dan juga kerelaan untuk berbagi. Saya orang yang suka mengalah, mungkin karena terbiasa dari kecil saya selalu di suruh untuk mengalah, khususnya kepada adik adik saya. Sempat ada rasa iri, tapi saya selalu berusaha untuk berdamai dengan rasa iri tersebut. Saya rasa hal tersebut adalah potensi dalan diri saya, yang membuat saya ditempatkan dikeluarga ini. Agar saya dan suami bisa saling mengisi, dimana suami dan anak saya adalah tipikal orang dengan kemauan keras, jadi apa jadinya jika antara kita tidak ada yang mau mengalah.
Demikianlah indahnya rencana Allah.

4. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Karena satu dan lain hal, saya masih tinggal bersama orang tua saya, sedangkan suami saya bekerja di luar kota. Tantangan apa yang ada didepan saya, tantangannya adalah bagaimana caranya saling bertoleransi dan menghargai saat hidup bersama sama. Kedua orang tua saya masih bekerja, dirumah ada saya dan adik adik saya yang masih bersekolah. Dalam keseharian, saya yang membantu mengurus kebersihan rumah dan memasak. Mungkin itulah alasannya kenapa saya dihadirkan disini, untuk membantu orang tua.

Demikianlah, semoga dengan memahami potensi potensi dalam diri. Menjadikan keluarga kita lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar